by
Tutorial AutoCAD Xon
Senin, April 25, 2016
Leave a Comment
Prinsip-prinsip Viewports AutoCAD
Jika anda mempelajari autocad di blog ini dari awal secara berurutan, Anda sudah tahu bahwa viewport digunakan untuk layout pensekalaan sebelum dokumen gambar AutoCAD di-print-out ke kertas/pdf, begitu juga dengan cara mengatur tampilan (menampilkan/menyembunyikan) layer pada viewport. Semuanya sudah dibahas pada tutorial sebelumnya.
Anda dapat bekerja lebih efektif dengan viewport ketika Anda melakukan proses layout, apalagi jika file yang Anda layout cukup banyak. Hal ini tentunya menghemat banyak waktu.
Melalui panduan viewport kali ini, anda akan ditunjukkan bagaimana cara menggunakan viewport lebih jauh dan mengetahui sifat-sifat (karakteristik) viewport dalam autocad.
Berikut prinsip-prinsip yang berkaitan dengan viewports
Prinsip Menyamakan Viewport dengan Metode Match Properties
Prinsip Membuat Viewport Dengan Objek Lingkaran
Prinsip Membuat Viewport Dengan Objek Polygonal (Kurva Tertutup Polyline)
Tutorial ini cukup panjang. Karena itu digunakan spoiler agar anda dapat fokus belajar dan membuka materinya berdasarkan pokok bahasan masing-masing. Bukalah spoiler yang ingin anda pelajari, dan tutuplah spoiler yang tidak sedang anda pelajari. Meski panjang, tutorial ini sengaja tidak dibagi antar halaman agar menjadi satu kesatuan pokok bahasan tentang viewports
Prinsip Cara Menyamakan Viewport dengan Metode Match Properties
Buka spoiler berikut:
Prinsip Cara Menyamakan Viewport dengan Metode Match Properties
Pada pokok bahasan sebelumnya Prinsip Setting Layer Pada Layout, Anda dapat menyembunyikan / memunculkan kembali layer melalui Layer Control. Namun, Anda juga dapat melakukan pengaturan layer yang sama untuk viewport lain, yaitu dengan cara melakukan match properties
Viewport dapat disamakan dengan Match properties (command line = MA) seperti halnya objek lainnya. Tujuan utamanya adalah menyamakan layer-layer apa saja yang dimunculkan dan layer-layer apa saja yang disembunyikan.
Buka file sertaan : Match Properties Viewports.dwg pada folder
Pastikan Anda berada pada tab LAYOUT #1
Terdapat 3 layout (kop) yaitu : Kop 1 : DENAH LANTAI DASAR & DENAH LANTAI ATAS Kop 2 : TULANGAN ARAH X LANTAI DASAR & TULANGAN ARAH Y LANTAI DASAR Kop 3 :(viewport yang akan disamakan dengan viewport pada kop 2)
Pada kasus ini akan disamakan properti viewport di layout 3 (kop 3) sama dengan layout 2 (kop 2)
Ketik MA (Match Properties) > tekan Spasi atau klik toolbar
Klik pada viewport 2X kemudian klik pada viewport 3X
Hingga tampak seperti pada gambar di bawah ini
Ulangi langkah No.2, ketik MA (Match Properties) > tekan Spasi atau klik toolbar
Klik pada viewport 2Y kemudian klik pada viewport 3Y Hingga tampak seperti pada gambar di bawah ini
Itulah cara untuk menyamakan viewport, anda tidak perlu melakukannya melalui layer control
Prinsip Cara Membuat Viewport Dengan Objek Lingkaran
Buka spoiler berikut:
Prinsip Cara Membuat Viewport Dengan Objek Lingkaran
Membuat viewport selain dengan cara biasa juga dapat dilakukan dengan cara khusus yaitu dengan bantuan objek tertentu, misalnya lingkaran.
Buka file sertaan : Viewports Lingkaran.dwg pada folder
Pastikan Anda sudah membuka file Viewports Lingkaran.dwg dan berada pada tab LAYOUT DETAIL
Buat lingkaran dengan diameter bebas yang Anda inginkan kira-kira seperti tampak berikut.
Ketik –vports > pada perintah yang muncul ketik O (option Object) > klik pada objek lingkaran. Specify corner of viewport or
[ON/OFF/Fit/Shadeplot/Lock/Object/Polygonal/Restore/LAyer/2/3/4] <Fit>:O > Spasi Select object to clip viewport: Regenerating model.
Double klik di tengan-tengah lingkaran untuk masuk ke viewport lingkaran > kemudian geser scroll mouse ke depan untuk memperbesar objek.
Skalakan detail menjadi skala 1:15, caranya :
Ketik Z(Zoom) > tekan Enter
Masukkan nilai 1/15xp > tekan Enter
Specify corner of window, enter a scale factor (nX or nXP), or
[All/Center/Dynamic/Extents/Previous/Scale/Window/Object] <real time>: 1/15xp
Tekan P(Pan Realtime) untuk mengatur posisi objek > kemudian tekan Esc untuk menonaktifkan pan reltime.
Seleksi teks DETAIL 2, Matikan layer TEXT
Double klik di luar lingkaran untuk keluar dari viewports lingkaran.
Atur besar kecilnya lingkaran hingga detail terlihat semua
Kira-kira tampak seperti ini.
Agar garis lingkaran ikut tercetak ubah layernya menjadi selain Defpoints
Selesai
Lakukan percobaan untuk detail 1
Prinsip Cara Membuat Viewport Dengan Objek Polygonal (Kurva Tertutup Polyline)
Buka spoiler berikut:
Prinsip Cara Membuat Viewport Dengan Objek Polygonal (Kurva Tertutup Polyline)
Satu lagi cara yang sangat membantu pada proses layout, yaitu membuat viewport dengan objek polyline. Perlu diingat, untuk membuatnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
A) Dengan cara membuat polygon (objek kurva tertutup polyline) terlebih dahulu, kemudian menjadikannya sebuah viewport, seperti cara di atas (Prinsip Membuat Viewport Dengan Objek Lingkaran). B) Secara langsung membuat viewport kurva tertutup polyline.
Buka file sertaan : Viewports Polygon.dwg pada folder Prinsip-prinsip Viewports
Membuat Viewport Polygon ( Cara A ) :
Pastikan Anda sudah membuka file Viewports Polygon.dwg dan berada pada tab Layout 1.
Buat polygon dengan toolbar polyline atau ketik PL > kemudian Enter pada command line > klik untuk membuat polygon (segi banyak bebas) kira-kira tampak seperti gambar di bawah, dan pada akhir perintah tekan C(close ) untuk menutup kurva polygon.
Kira-kira tampak seperti berikut:
Ketik –vports > pada perintah yang muncul ketik O (option Object) > klik pada objek polygon.
Specify corner of viewport or [ON/OFF/Fit/Shadeplot/Lock/Object/Polygonal/Restore/LAyer/2/3/4] <Fit>:O > Spasi Select object to clip viewport: Regenerating model.
Masuk ke viewport, dobel klik pada area viewports > tekan dan tahan srollmouse (untuk pan realtime) > kemudian geser mouse untuk mengatur posisi objek.
Geser scroll mouse ke depan untuk memperbesar objek.
Setelah objek tampak lebih besar dan nyaman dilihat, skalakan objek dengan skala sebenarnya, yang Anda inginkan. Misalnya skala 1:75
Ketik Z(Zoom) > tekan Enter
Masukkan nilai 1/75xp > tekan Enter
Command: z ZOOM Specify corner of window, enter a scale factor (nX or nXP), or [All/Center/Dynamic/Extents/Previous/Scale/Window/Object] <real time>:1/75xp > Enter
Dobel klik di luar area viewports untuk keluar dari viewports.
Viewports poligonal akan tampak pada layout seperti berikut
Selesai. Ubah layer viewport menjadi layer defpoints, agar pada saat diprint tidak tampak.
Itulah prinsip praktis membuat viewport secara polygon
Catatan :
Pada saat membuat polygon dengan polyline, pada akhir perintah harus di ketikkan C(close/yang berarti close polyline – untuk menjadikan polygon sebagai kurva tertutup) sehingga dapat di ubah menjadi objek viewport.
Perlu diperhatikan, jika Anda ingin membentuk garis viewport polygonal menjadi garis potong sekaligus (garis strip-titik), maka sebelum Anda mengubahnya menjadi viewport, ubah dulu tipenya menjadi dashdot , karena setelah berubah menjadi viewport tipe garis tidak bisa di ubah.
Dan perlu diingat, agar garis viewport tersebut dapat ikut diprint, masukkan layernya ke dalam layer selain layer defpoints. Karena layer defpoint tidak pernah ikut ter-print.
Untuk melihat hasil versi pdf. buka file pada folder: Viewports Polygon_Garis Viewport Sebagai Garis Potong.pdf Viewports Polygon_Garis Viewport Tidak Sebagai Garis Potong.pdf
Atau buka file dwg:
Viewports Polygon_Hasil.dwg
Membuat Viewport Polygon ( Cara B ) :
Membuat viewport kurva tertutup polyline secara langsung
Pada prinsipnya membuat viewport menggunakan metode polygonal, mirip dengan Anda membuat polygon menggunakan polyline.
Pastikan Anda masih berada pada file yang sama : Viewports Polygon.dwg
Ketik perintah –vports > kemudian pilih P(polygonal) > klik pada area layout Kop untuk membuat polygonal objek viewport.
Command: -vports
Specify corner of viewport or
[ON/OFF/Fit/Shadeplot/Lock/Object/Polygonal/Restore/LAyer/2/3/4] <Fit>: p
Specify start point: *Cancel*
Pada akhir perintah tekan Enter.
Maka viewport akan langsung terbentuk, seperti tampak di bawah ini.
Masuk ke viewport, dobel klik pada area viewports > tekan dan tahan srollmouse (pan realtime) > kemudian geser mouse untuk mengatur posisi objek.
Putar scroll mouse ke depan untuk memperbesar objek.
Setelah objek tampak lebih besar dan nyaman dilihat, skalakan objek dengan skala sebenarnya, yang Anda inginkan. Misalnya skala 1:75
Ketik Z (Zoom) > tekan Enter
Masukkan nilai 1/75xp > tekan Enter
Atur posisinya dengan PanRealtime
Command: z ZOOM
Specify corner of window, enter a scale factor (nX or nXP), or
[All/Center/Dynamic/Extents/Previous/Scale/Window/Object] <real time>: 1/75xp
Dobel klik di luar area viewports untuk keluar dari viewports.
Selesai.
Catatan :
Pada AutoCAD 2010 dan versi yang lebih baru, viewport dapat rotate (meskipun pada area kerja tab Model objeknya tidak dirotate), disesuaikan dengan posisi kop, pada saat Anda melakukan proses layout.
Viewport tidak dapat di-mirror.
Pada pokok bahasan ini, tab Layout memiliki background warna hitam, karena penulis telah mengubahnya, jika Anda ingin tahu caranya:
Klik kanan area kerja AutoCAD > pilih Option > pilih tab Display > hilangkan tanda centang pada kotak merah (lihat image).
Seperti tampak berikut
Kemudian atur warna backgroundnya, klik tombol Colors > klik Sheet/layout > pilih Uniform background > pilih warna Black > klik tombol Apply & Close > klik OK pada kotak dialog Option.
Semoga tutorial tentang viewports ini bisa membuat anda lebih mahir dan lebih cepat saat melakukan layout banyak gambar.
0 komentar:
Posting Komentar